Minggu, Desember 25, 2011

Natal di Berbagai Negara

Dari berbagai sumber


Keluarga Kristen di berbagai belahan bumi secara serentak merayakan
Natal di bulan Desember ini, namun masing-masing memiliki cara dan tradisi yang unik sesuai dengan budaya dimana mereka tinggal. Redaksi berhasil menghimpun tradisi-tradisi keluarga Kristen dalam merayakan Natal dari berbagai negara, yang diperoleh dari berbagai sumber. Nah... marilah kita berkeliling dunia untuk mengenal tradisiNatal mereka.....

  1. Natal di Spanyol
    Di Spanyol, saat merayakan Natal, biasanya Nacimiento (kata "palungan" dalam bahasa Spanyol) diletakkan di tengah ruangan. Selanjutnya pada hari Natal seluruh anggota keluarga berlutut mengelilingi palungan tersebut sambil berdoa dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Kebiasaan yang dilakukan anak-anak adalah meletakkan sepatu-sepatu mereka di jendela yang diisi dengan berbagai permen dan mainan.
  2. Natal di Meksiko
    Orang Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama 9 hari. Setiap malam tampil atraksi dari berbagai keluarga yang berbeda dengan dipimpin oleh anak kecil yang membawa patung Yesus, Maria dan Yusuf yang terbuat dari tanah liat. Mereka berjalan ke rumah-rumah yang sedang melangsungkan pusada (baca: pesta) dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Sementara itu beberapa orang dari mereka berusaha memecahkan boneka yang terbuat dari tanah liat yang tergantung di langit-langit rumah) sehingga seluruh peserta akan dihujani dengan berbagai permen dan hadiah dari dalam boneka buatan tersebut.
  3. Natal di Austria
    Liburan dimulai tanggal 6 Desember dimana anak-anak berkumpul untuk menunggu kedatangan St. Nicholas (Santa Claus) beserta asistennya yang bernama Krampus (atau Piet Hitam). Pada malam Natal, ikan merupakan menu utama makan malam keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan acara pembagian hadiah dimana seluruh anggota keluarga mengitari pohon Natal yang telah dihiasi dengan lampu dan manisan buah plum.
  4. Natal di Jerman
    Pohon Natal merupakan hal yang mutlak ada di rumah keluarga Kristen di Jerman. Menjelang malam Natal para orangtua akan mempersiapkan dan menghiasi pohon Natal dengan apel, permen, kacang, kue, mobil-mobilan, kereta api mainan, malaikat, emas- emasan, apa yang merupakan kesenangan seluruh keluarga, dan lilin. Hadiah-hadiah ditempatkan di bawah pohon Natal. Ketika semua sudah siap, bel dibunyikan sebagai tanda bagi anak-anak untuk memasuki "Ruangan Natal." Anak-anak menyanyikan pujian, mendengarkan cerita Natal, dan membuka hadiah mereka yang terdapat di bawah pohon Natal.
  5. Natal di Perancis
    Pada malam Natal, anak-anak Perancis biasa meletakkan sepatu mereka di depan perapian sambil berharap Santa Claus (Pere Noel) akan memenuhi sepatu mereka dengan berbagai hadiah. Jamuan tengah malam di malam Natal adalah daging yang disebut "le reveillon". Reveillon berarti bangun, atau panggilan untuk hari pertama. Jadi reveillon adalah simbol kebangkitan spiritual dari arti kelahiran Yesus. Daging tersebut bisa terdiri dari tiram, sosis, arak, ham bakar, unggas panggang, salad, buah-buahan dan kue tart. Di Perancis Selatan ada satu tradisi yang unik. Pie/Kue Daging Natal (pain calendeau) dipotong secara bersilang dan dimakan hanya setelah bagian yang pertama diberikan kepada orang yang miskin.
  6. Natal di Filipina
    Orang Filipina sangat menyukai Natal, lagu-lagu Natal sudah mengudara di berbagai stasiun radio bahkan sejak bulan september. Pada tanggal 16 hingga 24 Desember pagi diadakan misa khusus yang disebut "Misa de Gallo", dan seusai misa biasanya disediakan berbagai sajian makanan khas daerah yang terbuat dari beras. Pada malam Natal, seusai mengikuti misa tengah malam, para keluarga Filipina berkumpul untuk menikmati makan malam bersama. Menunya pun cukup mengundang selera, yaitu babi panggang utuh, daging asap, aneka keju serta masakan lainnya. Ini adalah saat dimana keluarga berkumpul untuk memohon kesehatan dan keselamatan bagi setiap orang. Lalu hadiah Natal pun dibuka dengan gembira.
  7. Natal di Korea
    Anak-anak di Korea mempunyai tradisi sendiri dalam merayakan Natal, yaitu dengan saling memberi kartu Natal. Tidak peduli berapa banyak teman sekolah atau teman bermain, mereka akan mengirim dan membalas semua kartu yang mereka terima, meski dengan demikian anak-anak di Korea harus melewatkan jam tidur malamnya hanya untuk membalas kartu-kartu Natal tersebut. Uniknya, setiap kartu memiliki isi yang berbeda. Ini menunjukkan bagaimana mereka mengekspresikan perasaan mereka pada setiap orang yang mereka kenal.
  8. Natal di Australia
    Tidak seperti suasana Natal yang seringkali digambarkan jatuh pada musim dingin, Natal di Australia justru jatuh pada musim panas. Karena itu, banyak aktivitas bernuansa Natal yang mereka lakukan di kolam renang, pantai, atau pusat perbelanjaan. Permainan kriket yang dimulai sehari sesudah Natal dan perlombaan perahu dayung (yacht) dari Sydney ke Hobart di Pelabuhan Sydney adalah dua acara olah raga penting yang diadakan tiap Natal. Namun seperti layaknya tradisi Natal di berbagai negara lain, keluarga Kristen di Australia biasanya juga meluangkan waktu untuk berkumpul dan makan bersama di malam Natal.
  9. Natal di China
    Anak-anak Kristen di Cina menghias rumah dan pohon Natal mereka dengan lentera dan bunga-bunga dari kertas. Lentera itu mengingatkan mereka akan Yesus, Sang Terang dunia.
  10. Natal di Irlandia
    Pada malam Natal di Irlandia, anak terkecil dalam sebuah keluarga menyalakan lilin dan meletakkannya pada jendela terbesar. Lilin itu akan dibiarkan menyala sepanjang malam untuk menerangi jalan bagi orang yang mencari tempat berteduh, seperti Maria dan Yusuf pada Natal pertama.
  11. Natal di Swedia
    Hari raya Santa Lusia tanggal 13 Desember adalah perayaan pertama Natal di Swedia. Nama Santa Lusia dipakai untuk mengingat seorang gadis kecil bernama Lusia yang membawakan makanan bagi orang-orang Kristen yang bersembunyi ratusan tahun yang lampau. Anak tertua dalam sebuah keluarga mengenakan lilin di atas kepalanya dan membawa roti untuk sarapan bagi keluarga mereka di tempat tidur.
  12. Natal di Venezuela
    Di Venezuela anak-anak mendapat hadiah Natalnya pada tanggal 6 Januari, yaitu pada perayaan hari tiga orang Majus. Sebelum tidur, anak-anak menaruh jerami bagi unta-unta orang Majus, dan pada pagi harinya mereka akan menemukan hadiah dari orang Majus.
  13. Natal di Greenland
    Keluarga di Greenland harus mengimpor pohon Natal dari luar negeri, karena di negara mereka pohon itu tidak tumbuh.
  14. Natal di Inggris
    Puding, plum dan pie adalah makanan khas yang disajikan pada waktu Natal di Inggris. Kartu Natal pertama kali juga diciptakan di negara ini.
  15. Natal di Polandia
    Di Polandia setiap malam Natal selalu disediakan sebuah kursi di meja makan untuk bayi Yesus.
  16. Natal di Liberia
    Kebanyakan penduduk di Liberia tidak merayakan Natal, tetapi mereka menghias rumah mereka dengan sebatang pohon palem yang dihiasi lonceng merah dan menyanyikan lagu Natal.
  17. Natal di Irak
    Di malam Natal seluruh keluarga akan berkumpul untuk mendengarkan kisah Natal. Seorang anak akan membacakan kisah Nataldari Alkitab sementara anggota keluarga yang lain memegang lilin-lilin.
  18. Natal di Republik Ceko
    Selain memiliki makanan khas seperti sup ikan, salad telur dan kepiting dalam merayakan suasana Natal, masyarakat Republik Ceko juga memiliki kebiasaan untuk melaksanakan jamuan makan mereka di sebuah meja yang berbentuk bundar. Uniknya, setiap orang dewasa yang mengikuti jamuan makan malam tersebut harus membawa pasangan mereka. Hal ini tentu saja dijadikan sebagai sebuah ajang pencarian jodoh bagi mereka yang masih single atau belum menemukan pasangan kekasih mereka.
  19. Natal di Ukraina
    kebiasaan Natal tidak hanya didasarkan pada tradisi Kristen, tetapi untuk tingkat yang besar pada orang-orang dari budaya pra-Kristen, pagan dan agama. Masyarakat Ukraina pada dasarnya agraria pada waktu itu dan telah mengembangkan suatu budaya pagan yang tepat, unsur-unsur yang bertahan sampai hari ini Ukraina perayaan Natal dimulai pada Malam Natal ([G] Dec.24;. [J] Jan.6) dan berakhir pada Pesta Epiphany. Perjamuan malam Natal atau Sviata Vecheria (Perjamuan Kudus) membawa keluarga bersama-sama untuk mengambil bagian dalam makanan khusus dan mulai liburan dengan adat dan tradisi, yang mencapai kembali ke jaman dahulu.Ritual Malam Natal yang didedikasikan untuk Tuhan, kesejahteraan keluarga, dan untuk mengingat para leluhur.
  20. Natal di Indonesia saya ingin membagikan informasi tentang bagaimana tradisi kita masyarakat Indonesia dalam merayakan Natal. Sudah menjadi rahasia umum, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan budaya dan tidak mengherankan jika setiap provinsi memiliki cara uniknya sendiri dalam merayakan Natal. Berikut beberapa di antaranya:

    Sumatera Utara

    marhobas, membagi-bagi daging (seperti idul kurban)

    Masyarakat Batak di Sumatera Utara mengenal tradisi bernama Marbinda. Tradisi khas dengan menyembelih seekor hewan bersama-sama di hari raya. Hewan yang disembelih merupakan hasil kesepakatan menabung bersama antara beberapa orang dari beberapa bulan sebelumnya. Biasanya mereka menyembelih Babi, bahkan jika patungannya banyak, mereka bisa menyembelih seekor Kerbau. Pada hari-H, mereka melakukan marhobas (pemotongan dan pembagian bersama) hewan tersebut.


    DKI Jakarta
    rombongan keroncong

    Kebiasaan unik terjadi di Kampung Tugu, tempat komunitas warga keturunan Portugis bermukim. Setelah kebaktian, warga berziarah ke kuburan yang terletak di samping gereja lalu menjalankan tradisi Rabo-Rabo, yaitu bermain musik keroncong dan menari bersama sambil keliling kampung untuk mengunjungi para fam. Uniknya, setiap penghuni rumah yang habis dikunjungi wajib mengikuti rombongan pemain keroncong sampai ke rumah terakhir. Puncak perayaan terdapat dalam tradisi mandi-mandi. Warga berkumpul di rumah sanak familinya, lalu mereka dengan serunya saling mencoret-coret muka satu sama lain dengan bedak putih sebagai simbol membersihkan kesalahan yang lalu menjelang tahun baru.


    Yogyakarta

    Ibadah dengan iringan 1 set gamelan dan pakaian jawa lengkap

    Yogyakarta merupakan daerah yang sangat kental dengan nuansa budayanya. Dan hal tersebut juga terlihat dari bagaimana pemimpin ibadah memimpin perayaan Natal. Seringkali pastor/pendeta memimpin ibadah dengan memakai baju beskap dan blangkon, memakai bahasa Jawa halus, lengkap dengan pertunjukan wayang kulit bertema "Kelahiran Kristus". Pada tanggal 25 Desembernya, ada tradisi saling mengunjungi (mirip seperti lebaran.) Tidak jarang anak-anak juga mendapat angpau pada saat silaturahmi.

    Bali
    semarak natal di Bali

    Komunitas pemeluk Kristen di Bali biasa merayakan Natal dengan pakaian khas daerah mereka: kebaya, selendang, kain kamen, dan destar. Warna yang biasa dipakai adalah hitam-putih. Pada masa perayaan Natal, kompleks gereja dihias dengan batang bambu yang dihias janur, sebuah ornamen khas Bali yang bernama Penjor.


    Toraja

    Karena kebanyakan masyarakat Toraya beragama Nasrani, setiap Natal, pemda Toraja mengadakan sebuah festival budaya dan pariwisata bertajuk "Lovely December". Festival ini dimulai sejak awal Desember (dibuka dengan pemotongan kerbau belang) dan mencapai puncak pada 26 Desember dengan arak-arakan yang disebut lettoan. “Lovely December" terbuka untuk semua orang, tidak harus yang Kristen. Momen ini kerap dimanfaatkan para perantau untuk pulang. Dalam festival khas Natal, pengunjung bisa menikmati karnaval, bazar natal, kontes kerbau, pentas-pentas seni, aneka acara adat, pameran kerajinan tangan, dan kuliner. Masyarakat setempat pun sibuk menghias rumah, kantor, dan gereja.


    Flores
    menyalakan meriam

    Natal di Flores identik dengan meriam bambu yang diledakkan nyaris di tiap sudut kota pada malam Natal. Anak muda biasa begadang semalaman pada 24 Desember sambil sesekali main kembang api dan minum moke (minuman khas Flores)


    Ambon

    lonceng gereja

    Yang paling menonjol dari Natalan di Ambon adalah bunyi sirine kapal dan lonceng gereja yang dibunyikan serentak pada tengah malam Natal (24 Desember). Momen ini juga identik dengan pertemuan keluarga besar di setiap keluarga di Ambon.


    Papua

    tradisi bakar batu di Papua

    Warga Papua memiliki tradisi pesta barapen atau bakar batu (sebuah ritual kuliner lokal untuk mengolah babi) sebagai ungkapan kebahagiaan Natal. Selain itu, di banyak tempat dipasang dekorasi bertema kelahiran Yesus, lengkap dengan lagu-lagu Natal yang diputar 24 jam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar